Opini Kritis Tentang UNUSA

 Membaca Arah Perkembangan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)



Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi swasta berbasis Aswaja An-Nahdliyah yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Kampus ini telah meraih sejumlah capaian penting, tetapi juga menyimpan tantangan yang perlu dikritisi agar tidak berhenti pada pencitraan semata.

Dari sisi akademik, UNUSA berhasil menempatkan diri di peringkat 35 besar nasional versi Webometrics. Tiga program studi (D4 K3, S1 Kebidanan, Profesi Bidan) sudah memperoleh akreditasi unggul, sementara 75% program studi lain berstatus baik sekali atau unggul. Meski demikian, capaian akreditasi baru menyentuh sebagian prodi. Tantangan utama tetap pada kualitas pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa.

Pada aspek infrastruktur, peresmian Kampus C sebagai pusat digitalisasi pendidikan menunjukkan langkah maju. Namun, digitalisasi harus lebih dari sekadar bangunan modern; kesiapan dosen, mahasiswa, dan literasi teknologi menjadi kunci keberhasilan. Tanpa hal tersebut, jargon “kampus digital” berisiko kehilangan makna.

Di bidang budaya kampus, UNUSA patut diapresiasi sebagai kampus “zero bullying” dan nol kasus kekerasan seksual. Penghargaan dari LLDIKTI menjadi bukti komitmen etika. Akan tetapi, mekanisme pelaporan dan transparansi penanganan kasus harus diperkuat agar nilai-nilai ini benar-benar terinternalisasi, bukan sekadar slogan.

UNUSA juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui seminar internasional dan layanan psikologi. Hal ini penting di tengah maraknya kasus bunuh diri di kampus lain. Tantangan ke depan adalah menjadikan layanan ini lebih mudah diakses dan berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial.

Dalam hal pengabdian masyarakat dan tanggap bencana, mahasiswa UNUSA aktif melakukan simulasi kebencanaan, rencana kontingensi gizi bersama UNICEF, hingga edukasi kebakaran. Namun, kegiatan semacam ini perlu diintegrasikan lebih dalam ke dalam kurikulum agar tidak hanya bersifat insidental.

Secara keseluruhan, UNUSA menunjukkan arah perkembangan yang progresif. Akan tetapi, di balik akreditasi, infrastruktur modern, dan penghargaan etik, masih ada pekerjaan besar: menjaga mutu akademik, memperkuat literasi digital, konsistensi layanan kesehatan mental, serta internalisasi nilai etika dalam keseharian. Dengan kesadaran kritis, UNUSA berpeluang menjadi kampus Islam unggul yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Lihat juga resume teman saya : Muhammad Musa


Kunjungi juga Sosial media UNUSA

Facebook : Facebook UNUSA

Instagram : Instagram UNUSA

Youtube : Youtube UNUSA

X : X UNUSA

Tiktok : Tiktok UNUSA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Materi Hari Pertama PKKMB UNUSA TA 2025-2026

Unusa Terima Penghargaan dari Walikota Surabaya

Resume Materi Hari Kedua PKKMB UNUSA TA 2025-2026